Jam Tanganku Bukan Sekedar Aksesoris


Waktu adalah uang. Itu yang sering orang-orang katakan. Oleh karena itu, waktu haruslah digunakan dengan sebaik mungkin.

Gua sebagai mahasiswa juga sangat memerlukan yang namanya manajemen waktu. Oleh karena itu jam tangan selalu gua pakai. Sebenarnya, dari SMP gua udah mulai pakai jam tangan. Dulu disuruh pakai karena rumah jauh dari sekolah dan harus naik bis, nah maksud dari jam tangan ini supaya kalo bisnya ngetem kelamaan atau mogok liat waktu apa mending dilanjut jalan kaki atau tetap di bis.

Kebiasaan pakai jam tangan ini terus berlanjut sampai SMA dan kuliah. Jam tangan yang gua pakai mulai dari yang 100 ribuan sampai yang diturunin sama orangtua. Kalo yang 100 ribuan bahannya karet, terus kacanya kalau kehujanan berembun. Bahkan sekali jatuh langsung pecah kacanya hehehe. Kalo dari ortu sih model yang besi, tapi kacanya ga berembun kalo kena hujan dan ga pecah walau jatuh berkali-kali.

Setiap ngeliat jam tangan, langsung kepikiran apa yang harus dikerjain hari ini. Atau pas ujian, bisa atur-atur waktu. Mungkin itu salah satu yang membuat gua terus menggunakan jam tangan sampai saat ini.

Gua termasuk orang yang menggunakan jam tangan disebelah kanan, kenapa? Ya karena liat ayah pakai jam di tangan sebelah kanan ya ikutin aja. Walaupun sebenernya gua akuin hal ini agak mengganggu. Karena sebagai pelajar menulis menggunakan tangan kanan jadinya agak ribet tapi lama-lama terbiasa.

Pantai Rancabuaya

Sampai akhirnya gua kuliah di jurusan Teknik Pertambangan, gua memutuskan untuk ganti "genre" buat jam tangan. Dari SMP yang kacanya langsung pecah, SMA jam tangan besi bekas orangtua dan akhirnya gua memilih Casio GA-100. Mungkin kelebihan yang gua liat dari jam ini adalah model yang lumayan, fitur yang cukup, dan water resistance.

Alasan gua pilih jam ini adalah karena ada banyak kegiatan yang berhubungan langsung dengan alam, dan jam ini gua rasa cocok karena bahannya karet jadi ga rusak walau kena hujan. Sejauh ini udah gua pake ke macam-macam tempat. Mulai dari ekskursi atau kuliah kerja ke PT. Bukit Asam, yang disana merupakan tambang batubara. Jadi gua ambil sampel pake tangan dan jam tangan gua ga bermasalah jadi kotor atau rusak. Btw ini ngambil sampel bukan buat tugas, tapi koleksi aja hehehe.

Lalu gua pakai berenang di pantai dan ga berkarat. Tapi sempet abis keluar dari air disiram sama air tawar karena beneran takut berkarat. Saat praktikum mekanika batuan gua pakai stopwatch dan timernya buat menghitung kekuatan batuan. Waktu gua naik gunung dan baterai handphone mulai habis, gua masih bisa nentuin waktu sholat tanpa perlu buang-buang baterai handphone. Juga pernah hujan-hujanan dan kena lumpur saat ekskursi ke prospek emas di daerah Pameungpeuk dan pasir besi di daerah Rancabuaya.

Jam tangan ini udah menemani gua di banyak waktu dan benar adanya bahwa jam tangan ini bukan sekedar aksesoris. Telah banyak waktu yang dilewati dengan jam tangan ini dan banyak membantu di keadaan tak terduga.

Buat kalian yang lagi cari jam tangan, banyak cara buat beli jam tangan yang original. Bisa mencari langsung di toko resmi atau online. Banyak toko online yang recommended dan salah satunya adalah RADA TIME. Websitenya sangat enak diliat dan banyak penawaran menarik. Buat kamu yang mau liat-liat atau langsung beli bisa langsung ke www.radatime.co.id atau kunjungi Instagramnya di @radatimeofficial.

radatime.co.id

Semoga kita semua menjadi orang yang memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. See ya!

Mengenal Teman-Teman Baik di Kampus


Hai hai, lama ga update cerita karena selama ini sedang sibuk sama ISMC XI. ISMC adalah singkatan dari Indonesia Student Mining Competition. Gua selaku penanggung jawab salah satu pertandingan jadi lagi ngebul-ngebulnya ini kepala hehe.

Oke sesuai dengan judul gua mau cerita tentang pengalaman gua menemukan teman-teman baik gua.

Ingat cerita tentang Ganesha Touchdown dimana kami "beberapa anak FTTM Jakarta" mendaftar unit tersebut. Kalo belum baca, mending baca kesini dulu: http://myitbadventure.blogspot.com/2017/12/awal-mendaftar-ganesha-touchdown.html

Nah, beberapa temen gua yang daftar Ganesha Touchdown ini lah yang kelak menjadi cikal bakal teman baik gua.

Dimulai dari yang memang saling mengenal di awal saat gathering sampai pada akhir semester 2. Dan dibentuklah "Pontek Squad".

Karena kami mendaftar di GT (read: Ganesha Touchdown), maka ada orientasinya atau ospek unitnya. Ada ospek pasti ada tugas dan kami berkumpul di salah satu kosan yaitu kosan di cisitu lama dan biasa dikenal dengan nama Pontek. Kosan tersebut adalah kosan Rafi, sekarang dia masuk jurusan Teknik Perminyakan. Kosannya cukup luas sehingga kami dapat dengan leluasa bergerak. Yaelah.

Nah awal-awal ini hanya 5 orang yaitu gua, rafi, denis, kitot dan cir. Selain dari GT, UTS dan UAS ITB juga membuat kami semakin dekat. Pontek sudah menjadi basecamp untuk belajar. Walaupun biasanya kami lebih memilih untuk bermain PES terlebih dulu sebelum belajar.

Karena kami dari kelas yang berbeda, gua sekelas sama denis dan rafi, cir, dan kitot sekelas. Di kelas rafi dkk mereka berhasil mengajak edo. Kebetulan si edo ini pinter juga jadi sekalian ngajarin wkwk. Lalu si edo ini satu sekolah sama fikri. Dan fikri ini tingkat kepintarannya diatas edo, jadi guru besar di Pontek.

Edo dan Fikri pun ikut mendaftar GT di akhir ospek juga mulai menjadi anak Pontek. Di periode ini berarti jumlah Pontek Squad adalah 7 orang.

Selanjutnya adalah Aji, dia sudah ikut GT sejak lama. Namun setelah lama mulai menurun intensitas anak GT latihan dan Aji termasuk yang rajin. Karena ia sering datang sehingga sering berkomunikasi dengan kami. Hingga akhirnya ia pun ikut ke Pontek untuk belajar. Aji ini satu-satunya anggota kami yang berasal dari luar FTTM yaitu FTI.

Menjelang UAS semester 1, ada tambahan anggota lagi yaitu Dika. Ia sebenarnya sudah lama kami kenal dan termasuk ke GT pada saat yang sama dengan Edo dan Fikri. Namun hingga saat ujian akhirnya baru dia join. Agak aneh memang ini cerita gua.

Sudah 9 anggota yang gua sebutkan, dan anggota terakhir adalah Reza. Ketika kami semua berasal dari Jabodetabek. Reza dari Jombang. Beda sendiri, tapi gua kenal sama dia udah sejak gathering FTTM pertama. Nah dia baru ikut di semester 2 dan saat ujian kimia awalnya.
Sejak saat itu anggota Pontek Squad menjadi 10 orang.

Walaupun sekarang saat di kampus kita misah-misah dan ketemu ga terlalu sering, kalo udah di luar kampus atau pas liburan pasti nyempetin buat kumpul bareng.

Nah jadi gua mau menyimpulkan bahwa menemukan teman baik itu gabisa diduga. Kalo dari pengalaman gua tadi ada 5 sebab.
  1. 1. Asal daerah
  2. 2. Fakultas
  3. 3. Unit
  4. 4. Main bareng
  5. 5. Belajar bareng


Itulah cerita singkat dan dengan alur cerita yang fluktuatif. Semoga kamu juga punya temen baik ya di kampus.

Quiz Pertama Gua di ITB


Quiz atau ulangan harian diadakan untuk menguji pemahaman mahasiswa tentang materi yang telah diberikan. Quiz ini dapat dilakukan dengan berbagai macam bentuk baik tertulis maupun tidak tertulis. Dan di tiap mata kuliah itu belum tentu ada yang namanya quiz. Nah gua mau cerita tentang beberapa macam quiz yang udah gua alami.

Ada baiknya baca dulu apa persiapan gua sebelum masuk ITB biar lebih kerasa bacanya.
Awal masuk FTTM, seperti yang kalian ketahui ada mata kuliah mafiki (apa itu Mafiki baca disini). Mata kuliah ini sepertinya karena memang fondasi atau dasar sebelum melangkah ke jenjang-jenjang selanjutnya jadi diuji betul kualitas kita. Jadi di ketiga matkul ini ada quiznya.

Quiz MatDas

Kalo gua gasalah inget, quiz pertama gua adalah quiz matematika. Quiz pertama itu yaa kaya pelajaran SMA lah. Tapi keosnya gua kan gaada persiapan belajar blabla tuh waktu liburan. Dan gua dengan zonk-nya gabisa ngerjain itu quiz. Jadi quiznya ada yang lima soal benar salah beserta alasannya dan dua soal cerita. Ya pokoknya gitu lah.

Mulai dari soal nomor 1 itu gua udah bingung ga karuan. Ini kaya pernah liat tapi gimana cara ngerjainnya (disertai keringat dingin panik). Akhirnya gua pasrahkan aja coba-coba jawab pake logika. Mau gimana lagi udah lupa semua kan hehe.

Setelah berjibaku selama 1 jam akhirnya dikumpulkan. Gua hanya bisa meratapi kertas yang jawabannya tidak menentu itu. Pastinya setelah quiz pasti bakal banyak perbincangan membahas soal.

"Eh nomor 2 yang essay hasilnya segini kan?"
"Iya segitu, sama kaya soal SMA ngerjainnya"

Mendengar kalimat-kalimat tersebut membuat gua panik. Gua pun akhirnya ikut bertanya mengenai solusi dari semua soal tersebut.

Simsalabim.

Gua langsung paham dan inget kalo dulu pernah ngerjain, tapi apa daya lembar jawaban sudah dikumpulkan.

Namun ternyata gua mengulang kesalahan yang sama sepanjang quiz dilaksanakan. Dari quiz pertama sampai terakhir mungkin hanya 2 yang bisa gua kerjakan dengan baik.

Dan akhirnya ini jadi pembelajaran gua, kalo belajar itu harus mencoba dan coba mengerjakan soal yang sulit. Sebab tiap selesai quiz dan dijelasin sama temen gua langsung paham. Jadi saat quiz gak paham, setelah quiz paham.

Quiz FisDas

Kalo quiz fisika dasar ini lebih simpel dibanding matematika, menurut gua ya. Soal-soalnya alhamdulillah bisa dikerjakan dengan baik. Kayanya pengalaman quiz fisdas gua normal-normal aja sih jadi kita skip aja ya.

Quiz KimDas

Kalo quiz kimia dasar apalagi semester 1 itu masih mudah tapi yang semester 2 ribet. Kalo quiz ini juga aman-aman aja kayanya. Cuma kalo dulu sih sempet kerjasama ngerjainnya pas semester 2 maklum ribet buat gua pribadi hehe.

Itulah beberapa pengalaman gua mengenai quiz terutama di semester 1 FTTM ITB. Mungkin buat kamu bakal beda ceritanya, tapi itu cerita gua hehe. Kalo diinget-inget lagi antara lucu sama sedih sih. Semoga kamu ga mengalami kesulitan seperti yang gua alami. Makasih udah mau baca!

Apa itu SKS dan Cara Menghitung IP di ITB


Sebagai seorang mahasiswa, kata SKS dan IP adalah suatu hal yang lumrah. Mungkin bisa kamu dengar hampir setiap hari mengenai dua kata ini. Bagaimana tidak, SKS dan IP adalah dua hal yang sangat penting bagi keberjalanan perkuliahan kamu. Nah berikut ini adalah penjelasan mengenai apa itu SKS dan cara menghitung IP khususnya di ITB sendiri.

Apa itu SKS?

Pertama-tama kita mulai terlebih dahulu membahas mengenai SKS. SKS menurut wikipedia:

"SKS adalah singkatan dari satuan kredit semester. Sistem SKS ini digunakan umumnya di perguruan tinggi. Dengan sistem ini, mahasiswa dimungkinkan untuk memilih sendiri mata kuliah yang akan ia ambil dalam satu semester."

Nah jadi kamu udah tau kan kalau SKS itu singkatan dari Satuan Kredit Semester. Untuk di ITB sendiri, seorang mahasiswa S1 dapat menyelesaikan perkuliahan apabila telah mencapai atau melebihi 144 SKS. Mungkin menurut kalian 144 SKS terlihat banyak ya? Padahal kenyataannya memang iya!

Gak deng, kamu kuliah dengan mengikuti semua kuliah yang diwajibkan oleh program studi saja sudah cukup membuat kamu lulus tepat waktu. Selama gaada mata kuliah yang ngulang ya. Kalo gua sendiri sampai akhir semester 4 kemarin udah terambil 81 SKS. Mayan lah ya, maklum pengen cepet lulus.

thepioneerwoman

Kalau di ITB sendiri, satu (1) SKS itu waktunya sekitar 50 menit (updated). Jadi misalkan ada mata kuliah yang bobotnya dua SKS maka waktu kuliahnya 100 menit dalam satu minggu. Untuk pembagian waktunya ditentukan oleh dosen pengampu alias dosen pengajar mata kuliah tersebut. Kalo seinget gua sih praktikum gamasuk dalam waktu yang ditentukan dalam praktikum. CMIIW.

Untuk mengambil jumlah SKS di tiap semesternya tidak bisa seenak jidat hehe. Buat kamu yang masih TPB, SKS sudah diambilin jadi gabisa nambah-nambahin atau ngurang-ngurangin. Setelah masuk ke jurusan, ada syarat untuk mengambil jumlah SKS yakni:

  • -IP (NR) semester lalu >= 2,75: boleh mengambil maksimal 22 SKS
  • -IP (NR) semester lalu >= 3,35: boleh mengambil maksimal 24 SKS

Jadi kalo IP kamu 4,00 tetep maksimal ambil 24 SKS ya. Gimana cara ngambil SKS saat sudah jurusan?


The Hunger Games: Catching Matkul Jajan

Nanti bakal ada waktu buat pengisian FRS (Formulir Rencana Studi). FRS mulai bisa diisi secara online di website akademik.itb.ac.id. Mungkin kalo dicek sekarang belum muncul karena belum saatnya. FRS dibuka mulai pukul 00.00, tapi biasanya 23.55 kamu sudah harus antre karena server penuh wkwk. Dan gambar orang berbaris pun bakal bertebaran di snapgram.

thehungergames.wikia

Buat kamu yang merasa nilai kurang memuaskan silakan ambil mata kuliah "jajan" IYKWIM. Sebab matkul jajan ini sangat membantu IP. Tetapi matkul "jajan" ini sulit didapatkan karena manusia-manusia liar lain juga mengincarnya, silakan jadikan matkul "jajan" ini sebagai target utama kamu saat "Hunger Games" alias FRS berlangsung (Hunger Games adalah sekitar pukul 23.58 - 02.30).

Pelajari baik-baik matkul jajan yang sudah kamu incar fakultas dan jurusannya sehingga tidak chaos nantinya. Namun ada kalanya mata kuliah "jajan" ini bisa diambil pada jam-jam kerja yang tidak disangka-sangka. Sebabnya adalah mahasiswa-mahasiswa maruk yang sudah mengambil semua matkul tersebut terlebih dahulu, lalu setelah ia saring ia lepaskan matkul lain yang tidak diinginkan pada waktu yang tidak ditentukan.

Nah setelah matkul "jajan" diambil. Silakan ambil mata kuliah lainnya di siang hari atau kapanpun lah. Karena kursinya memang cuma disediakan untuk kamu. Iya, kamu!

Menghitung IP?

Oke setelah cukup puas dengan SKS dan sekitarnya kita lanjut membahas cara menghitung IP. Sebelumnya apa itu IP? Menurut wikipedia, lagi:
"Indeks prestasi, biasa disingkat IP, adalah salah satu alat ukur prestasi di bidang akademik/pendidikan. Meskipun bernama "indeks", IP sebenarnya bukanlah indeks dalam pengertian sebenarnya, melainkan semacam rerata terboboti."

 Rumus untuk menghitung IP adalah:

IP = Jumlah dari (Indeks x SKS) / Jumlah SKS

Dimana, indeks A= 4; AB= 3,5; B= 3; BC=2,5; C= 2, D= 1; E= 0; T= (bermasalah, biasanya disuruh ketemu dosen dulu)

Nah jadi di ITB sendiri ada delapan indeks yaitu A, AB, B, BC, C, D, E, dan T dengan keterangan sama seperti yang udah gua jelasin pake rumus diatas. Untuk parameter penilaian A harus mendapat nilai minimal berapa itu tergantung keputusan dari dosen atau program studi yang mengurusi mata kuliah tersebut. Sebab tiap mata kuliah berbeda parameternya.

wikipedia

Oiya IP adalah hal yang cukup tabu untuk dibahas di ITB. Gatau kalo dimana-mana emang gitu ya. Wajar aja, mahasiswa yang masuk kesini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda namun banyak yang di masa sekolahnya merupakan juara kelas atau bahkan sekolah atau bahkan lagi juara olimpiade tingkat internasional.

Sehingga akan menjadi sebuah hal yang menyinggung hati jika nilai rival lebih tinggi dari kamu. Gua juga kadang suka terpelatuk kok hehe. Ya begitulah hehe, cukup ya hehe.

Coba kita skenariokan ya:
Ada tujuh buah mata kuliah yaitu mata kuliah p (2 sks), q (4 sks), r (2 sks), s (3 sks), t (2 sks), u (4 sks), v (3 sks). Ini nilai kamu ya ceritanya:
  • -p = A
  • -q = AB
  • -r = C
  • -s = B
  • -t = B
  • -u = A
  • -v = BC

maka, IP = (4 x 2 + 3,5 x 4 + 2 x 2 + 3 x 3 + 3 x 2 + 4 x 4 + 2,5 x 3) / 20 = 64,5 / 20 = 3,225 -> 3,23

Sedangkan IPK, adalah singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif. Ngitungnya tinggal rata-rata aja. Ini yang bakal penting buat kamu bawa lulus karena istilahnya inilah rapor kuliah kamu.

Sepertinya sudah cukup panjang lebar gua jelasin mengenai apa itu SKS dan cara menghitung IP, semoga apa yang gua jelasin ini bermanfaat buat kalian. Ambil positifnya dan buang negatifnya. Sukses selalu!

Praktikum Fisika Dasar dan Kimia Dasar di FTTM ITB


Praktikum adalah saat dimana kita bereksperimen mempraktikkan semua hal (teori) yang sudah kita pelajari. Pada praktikum kita akan menjadi lebih paham mengenai teori yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Di ITB sendiri, khususnya waktu gua masih Tahap Persiapan Bersama TPB semester satu di FTTM ITB ada 2 praktikum yang harus diikuti (baca lebih lanjut tentang TPB dengan klik -> Tahap Persiapan Bersama (TPB)). Yaitu praktikum fisika dasar dan kimia dasar.

Praktikum fisika dasar dilaksanakan di lab fisika dasar yang terletak di Comlabs ITB. Letaknya di seberang gedung Oktagon. Dan praktikum kimia dasar di gedung BSC-B belakang. Praktikum ini lumayan menyenangkan.

Praktikum Fisika Dasar

Pertama kali sebelum masuk kamu diharuskan untuk menggunakan jas lab, membawa modul praktikum dan menggunakan kartu nama lfd (laboratorium fisika dasar) yang memiliki barcode sebagai tanda bahwa kamu telah menghadiri praktikum. Beberapa peraturan yang ketat di praktikum ini adalah masalah disiplin waktu. Toleransi keterlambatan kurang lebih 10 menit tapi seinget gua kurang kayanya dan perihal membawa kartu nama.

Di awal praktikum ada tes awal, jadi sebelum berangkat memulai praktikum ada baiknya baca-baca dulu modul praktikumnya. Lumayan banget soalnya nilai praktikum di mata kuliah fisika dasar itu 20%. Dimana uts dan uas porsinya masing-masing 30%.

Nah, setelah mengerjakan tes awal yang Alhamdulillah tidak merepotkan dilanjutkan dengan penjelasan dari asisten. Nantinya kamu bakal dibagi ke beberapa kelompok sebelum praktikum. Kalo gua gasalah, dalam satu hari praktikum itu hanya dua kelompok yang melakukan praktikum dengan modul sama. Sisanya praktikum modul lain, jadi bisa saja materi di perkuliahan baru "Dinamika" tapi praktikumnya udah "Medan Magnet" hehe.

Praktikumnya ez af. Ya kaya praktikum biasalah, ada yang harus serius ada yang bisa santai-santai. Ada modul yang hanya praktikum hanya ukur-ukur dan hitung-hitung, ada juga yang eksperimen dan logika harus main. Nah setelah praktikum yang ez af tadi kamu harus ngerjain laporan praktikum.

fi.itb

Dikerjain bareng-bareng sama kelompok, asik kan? Ga harus mikir susah-susah hehe. Kecuali emang sekelompok pada males semua.

Laporan praktikum tadi dikumpulkan hari itu juga dan setelah itu kita tinggal pulang. Yuhu.

Praktikum kimia dasar

Untuk praktikum kimia dasar ini yang harus dibawa adalah jas lab, modul praktikum dan kartu nama.

Lah? Gaada bedanya sama praktikum fisika dasar? Ada.

Kartu namanya tulis pake kertas biasa, bekas gorengan juga gapapa. Kartu namanya harus yang ditempat penjempit itu ya fyi. Bilang aja ke tukang fotokopian.

ilustrasi: dutacard

Nah di praktikum ini dimulai dengan berdoa. Mantab. Selanjutnya ada briefing praktikum dari koordinator asisten praktikum. Usahakan dengarkan dengan baik, atau minimal ada satu orang di kelompokmu yang paham. Karena praktikumnya banyak asumsi-asumsi dan mungkin aja dari materi briefing keluar di tes akhir.

Gaada tes awal tapi ada tes akhir ya. Kita mundur sedikit. Sebelum perkuliahan kamu sudah harus membuat modul kamu di buku praktikum dari modul. Lah. Intinya salin aja dari modul ke buku praktikum. Nantinya buku praktikum ini akan dikumpulkan di awal dan dibagikan lagi setelah briefing selesai.

Tujuan dari menyalin modul ini adalah praktikan siap untuk melangsungkan praktikum. Dan modulnya gua lupa sebenernya boleh dibawa apa nggak ya. Tapi yang jelas buku praktikum harus dibawa.

Kembali ke setelah briefing dilanjutkan dengan praktikum. Awalnya akan dibagikan alat, cek dulu alat buat praktikum. Jika ada alat yg cacat langsung minta ganti dan jangan tandatangan kertas terlebih dahulu. Setelah aman terkendali baru tandatangan.

Lanjut ke praktikum saran gua bagi-bagi tugas aja, karena antrian pasti panjang buat ambil bahan kimia. Ada satu yang jadi tukang suruh a.k.a koordinator, satu sekretaris, dan sisanya ambil-ambilin bahan. Hehe.

Untuk setiap prosesnya usahakan selalu memperhatikan dan bertanya kepada asisten jika ada yang tidak dimengerti (Hal yang tidak pernah gua lakukan). Sebab nantinya bisa keluar di tes akhir.

Nah setelah semua eksperimen kelar dan kamu harus bikin laporan praktikum, tiap orang satu dilembar yang sudah disediakan oleh asisten. Lalu waktu yang dinanti pun tiba yaitu tes akhir. Ini yang paling gua tunggu-tunggu, saatnya pulang. Tapi semua berubah saat berkas soal diberikan dan gua gabisa ngerjain wkwk.

greendaysmosh

Jujur aja mungkin ada lebih dari 3x gua gabisa atau salah ngerjain nih soal. Tiap keluar nanya orang wah gua salah, tapi sudah ikhtiar harus tawakkal. Pokoknya kapok gua dulu ama tes akhir. Btw kayanya sih soalnya gak susah ya tapi kesalahan ada di gua hehe.

Untungnya praktikum kimia itu 10%. Ya kalo gua gangerjain semua tes akhir masih dapat 5% lah dari absensi dan ngerjain tugas-tugas.

Ya jadi begitulah sedikit gambaran umum mengenai praktikum fisika dasar dan kimia dasar di FTTM ITB. Dapat kita kesimpulan bahwa saya senang praktikum fisika dasar dan saya tidak senang waktu praktikum kimia dasar. Semua yang gua ceritakan ini berdasarkan pengalaman pribadi dan subjektif diri gua. Semoga bermanfaat buat kalian. Jangan ikutin kesalahan gua ya.

Awal Mendaftar Ganesha Touchdown


Setelah sekian lama rehat gua mau lanjut lagi nih cerita tentang pengalaman selama tingkat 1 di ITB. Mungkin kalian sebelumnya udah baca tentang apa itu UKM di ITB. Nah kali ini gua bakal sharing pengalaman gua saat pencarian unit. Seperti yang udah pernah gua singgung, gua pun akhirnya memilih Ganesha Touchdown (dalam artikel ini bakal gua singkat GT).

Apasih alasannya milih unit GT?

Saat gua masih dibangku SMA dulu, sudah terpikirkan dikepala gua kalo olahraga itu bukan hal wajib di perkuliahan. Oleh karena itu gua harus nyari tempat yang bisa buat gua main tapi tetep bikin sehat. Terpikirlah unit olahraga, dan awalnya pandangan gua olahraga flag football ini masih sedikit peminatnya jadi kemungkinan berprestasinya besar.

Tiap tahunnya, jumlah mahasiswa yang mendaftar unit GT ini lebih dari 150 mahasiswa. Ini berdasarkan pengalaman gua 2 tahun liat daftar calon anggota GT. Nah, waktu gua pertama kali milih GT ini kebetulan temen-temen FTTM Jakarta juga banyak nih yang mendaftar, jadi makin semangat aja.

Di awal pertemuan GT membahas mengenai spek-spek apa saja yang harus kami bawa untuk latihan perdana. Selain itu juga kami diberikan tugas angkatan berupa identitas dan buku angkatan. Dan ada hal unik nih dari calon anggota GT ini. Kami memiliki sebutan nuggets.

Apa itu nuggets?


Jadi nuggets ini adalah emas (native Au) yang bisa kita temukan sebagai emas aluvial. Biasanya didapatkan disepanjang aliran sungai dan diayak lalu diamalgamasi sehingga emas terlepas dari pengotornya. (Maaf jadi belibet, maklum anak Tambang hehe)

Nah kembali ke spek, spek yang harus kami bawa adalah air minum, kaos kaki panjang dengan warna berbeda, sepatu ber 'pull', kaos hitam, sabun muka, dan lain-lain. Pokoknya berisi semua hal yang kita butuhkan saat latihan.

Oiya hampir lupa menjelaskan. Jadi di GT ini hanya menerima player laki-laki. Sedangkan yang perempuan bisa menjadi manajer. Manajer ini yang mengurusi administrasi dan menilai kekurangan dan apa saja yang sudah player bisa lakukan. Spek manajer berbeda dengan player, tapi gua lupa apaan hehe.

Kami mendapat tugas angkatan, yaitu membuat buku angkatan dan identitas angkatan. Identitas angkatan kami, kami putuskan sebuah gelang. Yang harus digunakan oleh calon anggota setiap harinya. Awal-awal kaderisasi ini begitu terasa seru.

Sepertinya gua cerita segini dulu, nanti gua lanjut lagi. Terutama bakal ngejelasin flag football secara umum alias setau gua hahaha. See ya!

Parade Wisuda di ITB


Kali ini gua mau bahas tentang parade wisuda di ITB. Apa itu Parade Wisuda? Dan kapan aja parade wisuda ini diadakan?

Parade Wisuda adalah acara yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa S1 ITB khususnya untuk mengiringi teman-teman yang telah diwisuda. Acara ini dilakukan setiap bulan wisuda ITB, yaitu Wisuda April, Wisuda Juli, dan Wisuda Oktober. Parade ini biasa juga disebut arak-arakan, tujuannya adalah memberikan apresiasi kepada wisudawan yang sebelumnya telah berkuliah di ITB.

Jadi di ITB sendiri seperti yang udah gua sebut diatas, punya bulan-bulan wisuda. Nah buat yang belum tau jadi gua jelaskan nih kenapa ada beda-beda. Setiap wisuda mempunyai paradigma tertentu, untuk setiap bulan kelulusannya.

Wisuda di ITB

Wisuda April adalah untuk mahasiswa yang bisa lulus sangat cepat atau lulus lambat. Untuk bisa lulus April, di beberapa jurusan hal ini tidak memungkinkan. Misalnya di jurusan gua Teknik Pertambangan, tidak ada orang yang boleh lulus April cepat karena sistem. Sedangkan untuk lulus April lambat, ada banyak faktor yang mempengaruhi sebab tujuan tiap orang untuk lulus adalah berbeda-beda. Bisa saja karena memang kendala akademik atau bisa juga karena ingin belajar lebih banyak atau ingin menjaga nilai di organisasi yang dia emban.

Wisuda Juli adalah untuk mahasiswa yang lulus cepat dan bisa dikatakan objektif karena setiap jurusan punya kesempatan yang sama. Meskipun bukan tidak mungkin ada yang lulus Juli lambat. Biasanya orang yang lulus Juli adalah karena ingin cepat-cepat lanjut ke jenjang karir. Oiya mahasiswa yang mengikuti program fast track juga diwajibkan lulus bulan Juli. Untuk lulus Juli lambat sepertinya cukup jarang. InsyaAllah gua lulus juga bulan Juli 2019. Aamiin.

Wisuda Oktober adalah kelulusan tepat waktu. Untuk mahasiswa yang santai tapi pasti atau sekedar ingin lebih lama sedikit bercengkrama di kampus wisuda Oktober ini sangat cocok. Kebanyakan mahasiswa di ITB lulus pada bulan ini.

Nah setelah gua jelasin tentang ketiga Wisuda diatas mungkin kalian bertanya siapa yang mau repot-repot mengurus acara wisuda ini?

Jawabannya adalah anggota himpunannya dan mungkin unit. Setiap orang yang sudah berkarya di himpunan terutama karena wisuda diurutkan berdasarkan jurusan, mendapat apresiasi sebesar-besarnya dari anggota himpunan. Hal ini terus-menerus berlanjut hingga menjadi sebuah budaya yang selalu ada setiap tahun.

Untuk di pusatnya sendiri diatur oleh panitia wisuda yang anggotanya adalah mahasiswa S1 ITB, ketua Wisuda diseleksi oleh suatu tim yang gua memang gapengen tau juga itu tim apa. Dengan adanya sinkronisasi ini maka bisa terlaksanakanlah wisuda yang harmonis.

Buat kalian yang pengen liat parade wisuda bisa ditanya ke temen atau saudara yang ada di ITB dan ikuti alurnya. Ya segitu aja dari gua semoga menambah wawasan.

OHU, Momen Tepat Memilih Unit Kegiatan Mahasiswa


Oke setelah kemarin gua cerita tentang pengalaman OSKM pada tahun 2015, kali ini kita bakal lanjut ke kegiatan selanjutnya yaitu OHU.

Beberapa hari setelah OSKM, ada kegiatan yang namanya OHU. OHU adalah singkatan dari Open House Unit. Pada kegiatan OHU ini, setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk melihat dan mendaftar ke semua unit kegiatan mahasiswa yang ada di ITB.

Pada tahun 2015, OHU ini diadakan di sekitar boulevard ITB. OHU saat itu benar-benar ramai karena hampir semua mahasiswa mencari tenpat untuk dapat mengembangkan diri sesuai minat dan bakatnya. Oiya, pada OHU saat itu, semua mahasiswa baru menggunakan kaos angkatan 2015 yang mana sekarang sudah tak tau kemana.

Saat itu gua lupa tanggalnya, kelompok kami yaitu kelompok 36 berkumpul terlebih dahulu di depan LFM. Setelahnya, kami diberikan keleluasaan untuk mendaftar di unit manapun sampai jam setengah 12. Sebab pada jam 12 kami akan melakukan foto bersama. Saat itu kelompok kami terpisah, semua orang berkumpul dengan teman-teman mainnya begitupun gua. Kembali ke habitat FTTM Jakarta.

Hal yang pertama gua incar adalah di bidang olahraga. Sebenernya gua udah ngerencanain pengen masuk ke unit Taekwondo atau Pencak Silat. Namun saat gua ke stand, entah kenapa gua merasa yang masuk unit ini hanyalah yang sudah bisa. Ya gua secara ga langsung ngerasa minder, karena rencana gua masuk ke unit bela diri adalah melatih bela diri gua. Jujur gua orangnya tipe pemalas karena jarang olahraga. Tapi tenang aja, ini kayanya cuma pandangan subjektif gua kok.

Nah intinya setelah gua merasa kurang pantas, gua cari unit olahraga lain yang kira-kira kita sama-sama mulai dari nol. Dan gua melihat ada Ganesha Touchdown, eh bukan gitu deh ceritanya. Jadi saat gua kumpul sama temen-temen Jakarta, ada salah satu temen gua yang ngajakin buat kita bareng-bareng daftar Ganesha Touchdown. Makanya akhirnya kita daftar Ganesha Touchdown bareng hehe.

Setelah Ganesha Touchdown gua ga daftar unit apa-apa lagi, sebenernya agak penasaran sama unit-unit terkait teknologi. Tapi entah kenapa ada rasa kurang sreg aja.

Di OHU ini semua unit kegiatan mahasiswa membuka stand. Total unit di ITB setahu gua ada sekitar 86 unit. Mungkin kalo gua bagi klasifikasinya ada 5 bidang:

1. Olahraga
2. Kesenian
3. ‎Kebudayaan
4. ‎Teknologi
5. ‎Inovasi

Pada OHU angkatan gua juga ada doorpize nih, jadi untuk mendaftar unit itu kan kita harus bayar. Setiap unit berbeda biayanya, nah kita akan mendapatkan stiker nih dari tiap unit. Jika ada yang berhasil mengumpulkan semua stiker, akan mendapatkan doorpize handphone. Setau gua bahkan ada loh yang berhasil ngumpulin semua stiker, hebat yah. Wkwk.

Setelah asik muter-muter liat stand dan jajan-jajan. Kelompok kami pun berkumpul kembali di depan LFM untuk selanjutnya berfoto bersama di basement CC Timur. Dan setelahnya saya langsung pulang tidur. Enak bat.

Oke mungkin segitu aja yang bisa gua ceritain tentang OHU, manfaatkan OHU ini sebaik mungkin karena unit bisa menjadi keluarga ke-2 atau ke-3 kalian. Semoga bermanfaat.

Berapa Lama Satu Semester di ITB?


Buat kalian yang mungkin penasaran tentang lama satu semester di ITB, disinilah jawabannya. Seperti yang kalian ketahui, beberapa universitas di Indonesia ada yang satu semesternya bisa lebih dari 6 (enam bulan). Sehingga waktu dengan keluarga menjadi lebih sedikit karena ada perbedaan jadwal.

Langsung aja jadi perlu kalian ketahui bahwa satu semester di ITB sama atau bahkan lebih singkat dibanding anak SMA. Satu semester di ITB jika dilihat berdasarkan kalender sekitar 5 bulan. Kalau dihitung berdasarkan hari bahkan lebih sebentar lagi. Bayangkan saja, sekarang saat gua menginjak semester 5 ini, perkuliahan dimulai tanggal 21 Agustus 2017 dan UAS terakhir pada tanggal 15 Desember 2017.

Dalam waktu yang singkat ini, mahasiswa diharuskan untuk dapat menyelesaikan mata kuliah yang setiap mata kuliahnya memiliki buku acuan masing-masing. Ya, mungkin terdengar sedikit melebih-lebihkan tapi memang begitu nyatanya. Oleh karenanya, setiap masa ujian orang-orang akan menjadi berbeda dengan hari-hari biasanya.

Namun dalam perjalanannya, ternyata waktu ini cukup sengang bagi gua hehe. Ya gua masih tetep bisa main, tetep bisa jalan-jalan, dan bisa pulang ke Jakarta sebulan sekali. Dan lain-lainnya. Tapi ya itu dikarenakan gua setiap kelas selalu mengusahakan untuk memperhatikan dosen menjelaskan, dan pada H-1 atau H-2 ujian mulai belajar dengan sekuat tenaga.

Duh jadi curhat wkwk.

Lanjut ya, nah kira-kira begini kelebihan dan kekurangan dari waktu satu semester yang singkat ini:

Kelebihan:

1. Bisa Liburan Bareng Keluarga


Selama kita masih punya banyak waktu dengan keluarga, maka manfaatkanlah kesempatan itu. Sebelum nanti saat kita berkarir sulit untuk punya waktu bersama keluarga.

2. Punya Waktu Liburan Cukup Lama


Nah ini mirip-mirip, jadi di ITB ini liburannya cukup lama. Terutama saat pergantian dari semester genap ke semester ganjil. Bayangin aja kemarin gua libur 3 (tiga) bulan. Otak udah kaya dicuci semua ilmunya wkwk. Buat kalian yang suka travelling pasti surga banget nih.

3. Ilmu Banyak, Lulus Cepat


Karena satu semester begitu cepat dan materi yang diberikan tetap utuh, jadi diharapkan mahasiswa mendapatkan kedua-duanya. "Diharapkan".

4. Punya Waktu Luang Untuk Mengembangkan Skill di Bidang Lain


Seperti kata orang-orang, ilmu akademik itu belum cukup. Bisa nih dimanfaatkan buat menambah nilai jual ataupun menutup kelemahan kalian.


Kekurangan:

1. Libur Sementara Temen Lain Masih Kuliah


Ya hal inilah yang pasti gua alami saat mau main bareng temen di Jakarta. Ketika gua udah santai-santai mereka sedang persiapan buat ujian. Ya nasib.

2. Jadwal Padat


Bagi gua dan kalian orang-orang yang ikut atau terikat pada organisasi, pasti chaos banget nih karena jadwal yang padat. Belum ditambah jadwal main dan lain-lainnya. Sans atau nggaknya perkuliahan kalian tergantung pribadi masing-masing. Tidur dan makan jadi ga teratur. Tidak baik ini.

Jadi nih, kesimpulan dari gua jadwal perkuliahan ini lebih banyak kelebihan daripada kekurangannya. Hanya subjektifitas gua ya ini hehe.