Praktikum Fisika Dasar dan Kimia Dasar di FTTM ITB


Praktikum adalah saat dimana kita bereksperimen mempraktikkan semua hal (teori) yang sudah kita pelajari. Pada praktikum kita akan menjadi lebih paham mengenai teori yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Di ITB sendiri, khususnya waktu gua masih Tahap Persiapan Bersama TPB semester satu di FTTM ITB ada 2 praktikum yang harus diikuti (baca lebih lanjut tentang TPB dengan klik -> Tahap Persiapan Bersama (TPB)). Yaitu praktikum fisika dasar dan kimia dasar.

Praktikum fisika dasar dilaksanakan di lab fisika dasar yang terletak di Comlabs ITB. Letaknya di seberang gedung Oktagon. Dan praktikum kimia dasar di gedung BSC-B belakang. Praktikum ini lumayan menyenangkan.

Praktikum Fisika Dasar

Pertama kali sebelum masuk kamu diharuskan untuk menggunakan jas lab, membawa modul praktikum dan menggunakan kartu nama lfd (laboratorium fisika dasar) yang memiliki barcode sebagai tanda bahwa kamu telah menghadiri praktikum. Beberapa peraturan yang ketat di praktikum ini adalah masalah disiplin waktu. Toleransi keterlambatan kurang lebih 10 menit tapi seinget gua kurang kayanya dan perihal membawa kartu nama.

Di awal praktikum ada tes awal, jadi sebelum berangkat memulai praktikum ada baiknya baca-baca dulu modul praktikumnya. Lumayan banget soalnya nilai praktikum di mata kuliah fisika dasar itu 20%. Dimana uts dan uas porsinya masing-masing 30%.

Nah, setelah mengerjakan tes awal yang Alhamdulillah tidak merepotkan dilanjutkan dengan penjelasan dari asisten. Nantinya kamu bakal dibagi ke beberapa kelompok sebelum praktikum. Kalo gua gasalah, dalam satu hari praktikum itu hanya dua kelompok yang melakukan praktikum dengan modul sama. Sisanya praktikum modul lain, jadi bisa saja materi di perkuliahan baru "Dinamika" tapi praktikumnya udah "Medan Magnet" hehe.

Praktikumnya ez af. Ya kaya praktikum biasalah, ada yang harus serius ada yang bisa santai-santai. Ada modul yang hanya praktikum hanya ukur-ukur dan hitung-hitung, ada juga yang eksperimen dan logika harus main. Nah setelah praktikum yang ez af tadi kamu harus ngerjain laporan praktikum.

fi.itb

Dikerjain bareng-bareng sama kelompok, asik kan? Ga harus mikir susah-susah hehe. Kecuali emang sekelompok pada males semua.

Laporan praktikum tadi dikumpulkan hari itu juga dan setelah itu kita tinggal pulang. Yuhu.

Praktikum kimia dasar

Untuk praktikum kimia dasar ini yang harus dibawa adalah jas lab, modul praktikum dan kartu nama.

Lah? Gaada bedanya sama praktikum fisika dasar? Ada.

Kartu namanya tulis pake kertas biasa, bekas gorengan juga gapapa. Kartu namanya harus yang ditempat penjempit itu ya fyi. Bilang aja ke tukang fotokopian.

ilustrasi: dutacard

Nah di praktikum ini dimulai dengan berdoa. Mantab. Selanjutnya ada briefing praktikum dari koordinator asisten praktikum. Usahakan dengarkan dengan baik, atau minimal ada satu orang di kelompokmu yang paham. Karena praktikumnya banyak asumsi-asumsi dan mungkin aja dari materi briefing keluar di tes akhir.

Gaada tes awal tapi ada tes akhir ya. Kita mundur sedikit. Sebelum perkuliahan kamu sudah harus membuat modul kamu di buku praktikum dari modul. Lah. Intinya salin aja dari modul ke buku praktikum. Nantinya buku praktikum ini akan dikumpulkan di awal dan dibagikan lagi setelah briefing selesai.

Tujuan dari menyalin modul ini adalah praktikan siap untuk melangsungkan praktikum. Dan modulnya gua lupa sebenernya boleh dibawa apa nggak ya. Tapi yang jelas buku praktikum harus dibawa.

Kembali ke setelah briefing dilanjutkan dengan praktikum. Awalnya akan dibagikan alat, cek dulu alat buat praktikum. Jika ada alat yg cacat langsung minta ganti dan jangan tandatangan kertas terlebih dahulu. Setelah aman terkendali baru tandatangan.

Lanjut ke praktikum saran gua bagi-bagi tugas aja, karena antrian pasti panjang buat ambil bahan kimia. Ada satu yang jadi tukang suruh a.k.a koordinator, satu sekretaris, dan sisanya ambil-ambilin bahan. Hehe.

Untuk setiap prosesnya usahakan selalu memperhatikan dan bertanya kepada asisten jika ada yang tidak dimengerti (Hal yang tidak pernah gua lakukan). Sebab nantinya bisa keluar di tes akhir.

Nah setelah semua eksperimen kelar dan kamu harus bikin laporan praktikum, tiap orang satu dilembar yang sudah disediakan oleh asisten. Lalu waktu yang dinanti pun tiba yaitu tes akhir. Ini yang paling gua tunggu-tunggu, saatnya pulang. Tapi semua berubah saat berkas soal diberikan dan gua gabisa ngerjain wkwk.

greendaysmosh

Jujur aja mungkin ada lebih dari 3x gua gabisa atau salah ngerjain nih soal. Tiap keluar nanya orang wah gua salah, tapi sudah ikhtiar harus tawakkal. Pokoknya kapok gua dulu ama tes akhir. Btw kayanya sih soalnya gak susah ya tapi kesalahan ada di gua hehe.

Untungnya praktikum kimia itu 10%. Ya kalo gua gangerjain semua tes akhir masih dapat 5% lah dari absensi dan ngerjain tugas-tugas.

Ya jadi begitulah sedikit gambaran umum mengenai praktikum fisika dasar dan kimia dasar di FTTM ITB. Dapat kita kesimpulan bahwa saya senang praktikum fisika dasar dan saya tidak senang waktu praktikum kimia dasar. Semua yang gua ceritakan ini berdasarkan pengalaman pribadi dan subjektif diri gua. Semoga bermanfaat buat kalian. Jangan ikutin kesalahan gua ya.

Awal Mendaftar Ganesha Touchdown


Setelah sekian lama rehat gua mau lanjut lagi nih cerita tentang pengalaman selama tingkat 1 di ITB. Mungkin kalian sebelumnya udah baca tentang apa itu UKM di ITB. Nah kali ini gua bakal sharing pengalaman gua saat pencarian unit. Seperti yang udah pernah gua singgung, gua pun akhirnya memilih Ganesha Touchdown (dalam artikel ini bakal gua singkat GT).

Apasih alasannya milih unit GT?

Saat gua masih dibangku SMA dulu, sudah terpikirkan dikepala gua kalo olahraga itu bukan hal wajib di perkuliahan. Oleh karena itu gua harus nyari tempat yang bisa buat gua main tapi tetep bikin sehat. Terpikirlah unit olahraga, dan awalnya pandangan gua olahraga flag football ini masih sedikit peminatnya jadi kemungkinan berprestasinya besar.

Tiap tahunnya, jumlah mahasiswa yang mendaftar unit GT ini lebih dari 150 mahasiswa. Ini berdasarkan pengalaman gua 2 tahun liat daftar calon anggota GT. Nah, waktu gua pertama kali milih GT ini kebetulan temen-temen FTTM Jakarta juga banyak nih yang mendaftar, jadi makin semangat aja.

Di awal pertemuan GT membahas mengenai spek-spek apa saja yang harus kami bawa untuk latihan perdana. Selain itu juga kami diberikan tugas angkatan berupa identitas dan buku angkatan. Dan ada hal unik nih dari calon anggota GT ini. Kami memiliki sebutan nuggets.

Apa itu nuggets?


Jadi nuggets ini adalah emas (native Au) yang bisa kita temukan sebagai emas aluvial. Biasanya didapatkan disepanjang aliran sungai dan diayak lalu diamalgamasi sehingga emas terlepas dari pengotornya. (Maaf jadi belibet, maklum anak Tambang hehe)

Nah kembali ke spek, spek yang harus kami bawa adalah air minum, kaos kaki panjang dengan warna berbeda, sepatu ber 'pull', kaos hitam, sabun muka, dan lain-lain. Pokoknya berisi semua hal yang kita butuhkan saat latihan.

Oiya hampir lupa menjelaskan. Jadi di GT ini hanya menerima player laki-laki. Sedangkan yang perempuan bisa menjadi manajer. Manajer ini yang mengurusi administrasi dan menilai kekurangan dan apa saja yang sudah player bisa lakukan. Spek manajer berbeda dengan player, tapi gua lupa apaan hehe.

Kami mendapat tugas angkatan, yaitu membuat buku angkatan dan identitas angkatan. Identitas angkatan kami, kami putuskan sebuah gelang. Yang harus digunakan oleh calon anggota setiap harinya. Awal-awal kaderisasi ini begitu terasa seru.

Sepertinya gua cerita segini dulu, nanti gua lanjut lagi. Terutama bakal ngejelasin flag football secara umum alias setau gua hahaha. See ya!

Parade Wisuda di ITB


Kali ini gua mau bahas tentang parade wisuda di ITB. Apa itu Parade Wisuda? Dan kapan aja parade wisuda ini diadakan?

Parade Wisuda adalah acara yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa S1 ITB khususnya untuk mengiringi teman-teman yang telah diwisuda. Acara ini dilakukan setiap bulan wisuda ITB, yaitu Wisuda April, Wisuda Juli, dan Wisuda Oktober. Parade ini biasa juga disebut arak-arakan, tujuannya adalah memberikan apresiasi kepada wisudawan yang sebelumnya telah berkuliah di ITB.

Jadi di ITB sendiri seperti yang udah gua sebut diatas, punya bulan-bulan wisuda. Nah buat yang belum tau jadi gua jelaskan nih kenapa ada beda-beda. Setiap wisuda mempunyai paradigma tertentu, untuk setiap bulan kelulusannya.

Wisuda di ITB

Wisuda April adalah untuk mahasiswa yang bisa lulus sangat cepat atau lulus lambat. Untuk bisa lulus April, di beberapa jurusan hal ini tidak memungkinkan. Misalnya di jurusan gua Teknik Pertambangan, tidak ada orang yang boleh lulus April cepat karena sistem. Sedangkan untuk lulus April lambat, ada banyak faktor yang mempengaruhi sebab tujuan tiap orang untuk lulus adalah berbeda-beda. Bisa saja karena memang kendala akademik atau bisa juga karena ingin belajar lebih banyak atau ingin menjaga nilai di organisasi yang dia emban.

Wisuda Juli adalah untuk mahasiswa yang lulus cepat dan bisa dikatakan objektif karena setiap jurusan punya kesempatan yang sama. Meskipun bukan tidak mungkin ada yang lulus Juli lambat. Biasanya orang yang lulus Juli adalah karena ingin cepat-cepat lanjut ke jenjang karir. Oiya mahasiswa yang mengikuti program fast track juga diwajibkan lulus bulan Juli. Untuk lulus Juli lambat sepertinya cukup jarang. InsyaAllah gua lulus juga bulan Juli 2019. Aamiin.

Wisuda Oktober adalah kelulusan tepat waktu. Untuk mahasiswa yang santai tapi pasti atau sekedar ingin lebih lama sedikit bercengkrama di kampus wisuda Oktober ini sangat cocok. Kebanyakan mahasiswa di ITB lulus pada bulan ini.

Nah setelah gua jelasin tentang ketiga Wisuda diatas mungkin kalian bertanya siapa yang mau repot-repot mengurus acara wisuda ini?

Jawabannya adalah anggota himpunannya dan mungkin unit. Setiap orang yang sudah berkarya di himpunan terutama karena wisuda diurutkan berdasarkan jurusan, mendapat apresiasi sebesar-besarnya dari anggota himpunan. Hal ini terus-menerus berlanjut hingga menjadi sebuah budaya yang selalu ada setiap tahun.

Untuk di pusatnya sendiri diatur oleh panitia wisuda yang anggotanya adalah mahasiswa S1 ITB, ketua Wisuda diseleksi oleh suatu tim yang gua memang gapengen tau juga itu tim apa. Dengan adanya sinkronisasi ini maka bisa terlaksanakanlah wisuda yang harmonis.

Buat kalian yang pengen liat parade wisuda bisa ditanya ke temen atau saudara yang ada di ITB dan ikuti alurnya. Ya segitu aja dari gua semoga menambah wawasan.

OHU, Momen Tepat Memilih Unit Kegiatan Mahasiswa


Oke setelah kemarin gua cerita tentang pengalaman OSKM pada tahun 2015, kali ini kita bakal lanjut ke kegiatan selanjutnya yaitu OHU.

Beberapa hari setelah OSKM, ada kegiatan yang namanya OHU. OHU adalah singkatan dari Open House Unit. Pada kegiatan OHU ini, setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk melihat dan mendaftar ke semua unit kegiatan mahasiswa yang ada di ITB.

Pada tahun 2015, OHU ini diadakan di sekitar boulevard ITB. OHU saat itu benar-benar ramai karena hampir semua mahasiswa mencari tenpat untuk dapat mengembangkan diri sesuai minat dan bakatnya. Oiya, pada OHU saat itu, semua mahasiswa baru menggunakan kaos angkatan 2015 yang mana sekarang sudah tak tau kemana.

Saat itu gua lupa tanggalnya, kelompok kami yaitu kelompok 36 berkumpul terlebih dahulu di depan LFM. Setelahnya, kami diberikan keleluasaan untuk mendaftar di unit manapun sampai jam setengah 12. Sebab pada jam 12 kami akan melakukan foto bersama. Saat itu kelompok kami terpisah, semua orang berkumpul dengan teman-teman mainnya begitupun gua. Kembali ke habitat FTTM Jakarta.

Hal yang pertama gua incar adalah di bidang olahraga. Sebenernya gua udah ngerencanain pengen masuk ke unit Taekwondo atau Pencak Silat. Namun saat gua ke stand, entah kenapa gua merasa yang masuk unit ini hanyalah yang sudah bisa. Ya gua secara ga langsung ngerasa minder, karena rencana gua masuk ke unit bela diri adalah melatih bela diri gua. Jujur gua orangnya tipe pemalas karena jarang olahraga. Tapi tenang aja, ini kayanya cuma pandangan subjektif gua kok.

Nah intinya setelah gua merasa kurang pantas, gua cari unit olahraga lain yang kira-kira kita sama-sama mulai dari nol. Dan gua melihat ada Ganesha Touchdown, eh bukan gitu deh ceritanya. Jadi saat gua kumpul sama temen-temen Jakarta, ada salah satu temen gua yang ngajakin buat kita bareng-bareng daftar Ganesha Touchdown. Makanya akhirnya kita daftar Ganesha Touchdown bareng hehe.

Setelah Ganesha Touchdown gua ga daftar unit apa-apa lagi, sebenernya agak penasaran sama unit-unit terkait teknologi. Tapi entah kenapa ada rasa kurang sreg aja.

Di OHU ini semua unit kegiatan mahasiswa membuka stand. Total unit di ITB setahu gua ada sekitar 86 unit. Mungkin kalo gua bagi klasifikasinya ada 5 bidang:

1. Olahraga
2. Kesenian
3. ‎Kebudayaan
4. ‎Teknologi
5. ‎Inovasi

Pada OHU angkatan gua juga ada doorpize nih, jadi untuk mendaftar unit itu kan kita harus bayar. Setiap unit berbeda biayanya, nah kita akan mendapatkan stiker nih dari tiap unit. Jika ada yang berhasil mengumpulkan semua stiker, akan mendapatkan doorpize handphone. Setau gua bahkan ada loh yang berhasil ngumpulin semua stiker, hebat yah. Wkwk.

Setelah asik muter-muter liat stand dan jajan-jajan. Kelompok kami pun berkumpul kembali di depan LFM untuk selanjutnya berfoto bersama di basement CC Timur. Dan setelahnya saya langsung pulang tidur. Enak bat.

Oke mungkin segitu aja yang bisa gua ceritain tentang OHU, manfaatkan OHU ini sebaik mungkin karena unit bisa menjadi keluarga ke-2 atau ke-3 kalian. Semoga bermanfaat.

Berapa Lama Satu Semester di ITB?


Buat kalian yang mungkin penasaran tentang lama satu semester di ITB, disinilah jawabannya. Seperti yang kalian ketahui, beberapa universitas di Indonesia ada yang satu semesternya bisa lebih dari 6 (enam bulan). Sehingga waktu dengan keluarga menjadi lebih sedikit karena ada perbedaan jadwal.

Langsung aja jadi perlu kalian ketahui bahwa satu semester di ITB sama atau bahkan lebih singkat dibanding anak SMA. Satu semester di ITB jika dilihat berdasarkan kalender sekitar 5 bulan. Kalau dihitung berdasarkan hari bahkan lebih sebentar lagi. Bayangkan saja, sekarang saat gua menginjak semester 5 ini, perkuliahan dimulai tanggal 21 Agustus 2017 dan UAS terakhir pada tanggal 15 Desember 2017.

Dalam waktu yang singkat ini, mahasiswa diharuskan untuk dapat menyelesaikan mata kuliah yang setiap mata kuliahnya memiliki buku acuan masing-masing. Ya, mungkin terdengar sedikit melebih-lebihkan tapi memang begitu nyatanya. Oleh karenanya, setiap masa ujian orang-orang akan menjadi berbeda dengan hari-hari biasanya.

Namun dalam perjalanannya, ternyata waktu ini cukup sengang bagi gua hehe. Ya gua masih tetep bisa main, tetep bisa jalan-jalan, dan bisa pulang ke Jakarta sebulan sekali. Dan lain-lainnya. Tapi ya itu dikarenakan gua setiap kelas selalu mengusahakan untuk memperhatikan dosen menjelaskan, dan pada H-1 atau H-2 ujian mulai belajar dengan sekuat tenaga.

Duh jadi curhat wkwk.

Lanjut ya, nah kira-kira begini kelebihan dan kekurangan dari waktu satu semester yang singkat ini:

Kelebihan:

1. Bisa Liburan Bareng Keluarga


Selama kita masih punya banyak waktu dengan keluarga, maka manfaatkanlah kesempatan itu. Sebelum nanti saat kita berkarir sulit untuk punya waktu bersama keluarga.

2. Punya Waktu Liburan Cukup Lama


Nah ini mirip-mirip, jadi di ITB ini liburannya cukup lama. Terutama saat pergantian dari semester genap ke semester ganjil. Bayangin aja kemarin gua libur 3 (tiga) bulan. Otak udah kaya dicuci semua ilmunya wkwk. Buat kalian yang suka travelling pasti surga banget nih.

3. Ilmu Banyak, Lulus Cepat


Karena satu semester begitu cepat dan materi yang diberikan tetap utuh, jadi diharapkan mahasiswa mendapatkan kedua-duanya. "Diharapkan".

4. Punya Waktu Luang Untuk Mengembangkan Skill di Bidang Lain


Seperti kata orang-orang, ilmu akademik itu belum cukup. Bisa nih dimanfaatkan buat menambah nilai jual ataupun menutup kelemahan kalian.


Kekurangan:

1. Libur Sementara Temen Lain Masih Kuliah


Ya hal inilah yang pasti gua alami saat mau main bareng temen di Jakarta. Ketika gua udah santai-santai mereka sedang persiapan buat ujian. Ya nasib.

2. Jadwal Padat


Bagi gua dan kalian orang-orang yang ikut atau terikat pada organisasi, pasti chaos banget nih karena jadwal yang padat. Belum ditambah jadwal main dan lain-lainnya. Sans atau nggaknya perkuliahan kalian tergantung pribadi masing-masing. Tidur dan makan jadi ga teratur. Tidak baik ini.

Jadi nih, kesimpulan dari gua jadwal perkuliahan ini lebih banyak kelebihan daripada kekurangannya. Hanya subjektifitas gua ya ini hehe.

OSKM, Pengenalan Kampus Paling Awal di ITB


OSKM, buat yang belum tahu OSKM bisa langsung baca di link berikut:
http://myitbadventure.blogspot.com/2017/06/apa-itu-oskm-atau-integrasi-itb.html

Hal yang pertama kali tergambarkan dipikiran saat mendengar kata-kata OSKM adalah keseruan dan kegembiraan. Gua yang masuk ke FTTM ini seorang diri, tanpa mengenal siapapun pada awalnya. Ikut gathering dan sksd dengan mahasiswa lain dari daerah Jakarta menjadi alat untuk gua bersosialisasi.

Beberapa hari sebelum perkuliahan dimulai, OSKM digelar menyambut mahasiswa baru untuk berkumpul dengan banyak mahasiswa di fakultas lain yang mungkin belum saling mengenal dan sebagai sarana orientasi tentang kampus ITB. Wah, bakal nambah banyak teman nih sepertinya. Dan benar saja, sebanyak 15-20 mahasiswa baru dikumpulkan dalam satu kelompok.

Gua dapat di kelompok 36, terdiri dari berbagai macam fakultas. Dan terdapat 3 orang mentor, namun hanya 2 orang yang sering datang. Awal perkenalan rasanya canggung, sksd adalah hal yang wajib. Hari terus berjalan, dan kami menjadi agak dekat.

Saya kira cukup kata-kata klise yang sepertinya indah itu ya wkwk. Mungkin kalian akan merasa kenal saat masih satu kelompok, tapi kalo udah mulai kuliah masing-masing waduh jangan kaget kalo dilupain. Ya, ini terjadi pada gua pribadi. Dari belasan orang yang satu kelompok sama gua, hanya 5 orang yang sampai saat ini nyapa kalo ketemu. Wajar aja gua yang belum punya banyak temen pasti inget mereka. Sedangkan mereka yang teman SMA atau lesnya sudah banyak pasti lupa. Tapi nikmatin aja ya, memang seperti itulah adanya.

Tapi memang saat menjalani OSKM itu rasanya senang dan bermanfaat, hanya saja yang mau gua tekankan disini adalah kalian harus siap dengan kenyataan yang pasti akan kalian lalui. Maaf banget gua gabisa nyeritain ngapain aja waktu OSKM. Jujur gua lupa pastinya ngapain aja waktu OSKM. Yang jelas ada seminar, pemberian materi, pengenalan massa kampus, dan penutupan. Mungkin lebih lengkapnya ada di artikel yang linknya udah gua bikin diatas.

Oiya ada beberapa hal menarik nih tentang OSKM. Gua kasih tau aja biar ga kaget.

  • 1. Pada saat pemberian materi, jangan kaget kalo materinya lebih condong ke kaderisasi daripada pengetahuan saintek. Karena kaderisasi adalah budaya kampus.
  • 2. ‎Akan ada yang namanya lorong massa, kalian akan disambut dengan meriah. Ya meriah sebagai anak kaderan. Jangan kaget kalo ga sesuai ekspektasi hehe.
  • 3. ‎Ada sesi yang namanya interfak (interaksi fakultas). Pada sesi ini kalian akan dikumpulkan menjadi satu fakultas di beberapa tempat, flow interaksi ini bisa dari 0 (ketawa-ketiwi) - 100 (disuruh mikir dan pressure dimana2) tergantung metode fakultasnya.
  • 4. ‎Biasanya ada surprise saat sedang berkumpul di lapangan saraga, kalo jaman gua dulu pak rektor turun ke lapangan pake helikopter.
  • 5. ‎Saat pagi berkumpul di lapangan saraga akan ada pengecekan spek. Siapkan spek dengan lengkap, bukan tidak mungkin hal yang aneh-aneh bisa jadi spek.


Gathering Kedua FTTM ITB 2015


Kita mundur sedikit ke gathering kedua FTTM ITB 2015. Harusnya cerita ini gua post sebelum ssdk. Eh tapi kelupaan saking banyaknya cerita.

Nah jadi perbedaan antara gathering 1 dan 2 ini yang paling utama adalah karena gathering ini dihadiri oleh mahasiswa yang masuk lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN. Gathering kedua ini dilaksanakan setelah sesi daftar ulang berakhir. Sehingga dari Sabuga kami langsung menuju GSG (Gedung Serba Guna) Salman ITB.

Pada saat gathering ini sudah mulai terlihat kubu-kubu alias kumpul per daerah. Jadi gua dan temen-temen yang dari Jakarta berkumpul di barisan paling belakang. Sebelumnya gua sudah mengenal terlebih dahulu sehingga lebih akrab. Dan kami pun mulai berkenalan dengan anak-anak SBMPTN yang gua belum kenal sebelumnya.

Jujur dari segi acara, gua rasa agak kurang menarik. Sehingga kami pada saat acara hanya sibuk berkenalan dan mengobrol satu sama lain. Apa cuma karena gua yang males liat kedepan ya wkwk.

Kurang lebih cuma gitu aja yang gua inget, yang penting dengan adanya gathering kedua ini makin mendekatkan kami sebagai FTTM sebagai satu angkatan.

Dan satu tahun kedepan kami akan bersama-sama menjalani masa TPB dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Pindah Jurusan di ITB


Kali ini gua mau bahas tentang pindah jurusan di ITB. Kenapa gua bahas hal ini? Sebab dari hasil observasi gua dapat disimpulkan bahwa masih banyak orang luar yang belum tau tentang pindah jurusan ini.

Tapi ada tapinya, gua akan menjelaskan pindah jurusan ini dengan singkat atau secara umum. Sebab gua sendiri belum pernah bertanya langsung mengenai mekanismenya. Tapi seenggaknya gua berharap setelah membaca tulisan ini kalian dapat berpikir matang-matang sebelum memilih jurusan.

So, kita langsung aja ke topik utama.

Setiap orang pasti dapat berubah-ubah pikirannya dalam jangka waktu tertentu. Hal tersebut menyebabkan pengambilan suatu keputusan haruslah berhati-hati. Salah satu contoh konkritnya adalah mengenai pindah jurusan ini. Walaupun sebenernya banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang pindah jurusan.

Untuk di ITB sendiri, pindah jurusan bukanlah hal yang lazim. Mengapa?? Syarat-syarat mengenai pindah jurusan sangatlah sulit.

Beberapa syarat yang gua ketahui, CMIIW:

  • - IP minimal 3,75 (atau 3,7 ya?) tiap semester (kemungkinan mungkin beda tiap jurusan
  • - Sudah menjalani kuliah lebih dari 1 tahun (atau malah lebih dari 2 tahun ya?)
  • - Wajib mengikuti tes dari jurusan yang dituju, penilaian dari prodi tujuan
  • - Mendapat persetujuan dari prodi awal dan yang dituju

Nah buat masalah mahasiswa yang pindah jurusan, gua cuma pernah denger 2x di FTTM. Yaitu anak angkatan gua yang pindah ke prodi Matematika. Satu orang dari T. Perminyakan dan ga diterima, satu lagi dari T. Metalurgi dan diterima. Yang gua denger, anak minyak tersebut sebenernya bisa ngejawab semua soal yang diberikan. Tapi alasan dari penguji adalah kurang lebih seperti ini: "jawaban kamu pola pikir anak teknik, bukan sains".

Dari syarat IP aja, orang-orang seperti gua rasanya ga mungkin buat pindah jurusan. Butuh motivasi dan kemauan ekstra buat konsisten seperti itu. Kenapa dibuat sulit? Gua sendiri gatau kenapa, yang jelas satu hanya satu hal yang perlu kalian camkan mengenai S1 di ITB.
"Kesempatan kuliah di ITB hanya sekali seumur hidup".

Nah gua ada saran nih buat kalian yang pengen masuk ITB tapi bingung mau jurusan apa.

1. Pilih jurusan yang diinginkan


Nah, kenapa gua bilang yang diinginkan? Bukan hobi?

Karena keinginan dan hobi itu ga harus sama. Misal gua pengen kerja di tambang, terus suatu saat gua suntuk. Nah ya gua lakukan hobi gua misalnya mancing. Ya walaupun gaada salahnya kalo milih jurusan yang sesuai sama hobi sih.


2. Lakukan identifikasi tentang jurusan


Nah ini juga penting, sebelum milih jurusan coba identifikasi dulu jurusan tersebut. Bisa dilakukan dengan cek apa aja matkulnya, prospek kerjanya, kegiatan organisasinya, alumninya dan lain-lain.

3. Jangan ikut-ikutan


Hal ini biasanya sering terjadi, ikut-ikutan bukanlah hal yang bagus buat masa depan kalian. Beranikan diri untuk mencari pengalaman baru, jangan sama yang itu-itu terus. Bahayanya, kalau teman kalian merasa cocok. Tapi kalian terpincang-pincang karena ga cocok.


Segitu aja yang bisa gua sampaikan, kalo ada pertanyaan silakan tulis di kolom komentar. Terimakasih!

Perjalanan Hidupku - SMP (Part 2)


Oke bos-bos, kali ini gua mau lanjut cerita tentang pengalaman gua waktu SMP. Melanjutkan cerita kemarin dimana gua akan pindah.

Beberapa hari saat persiapan kepindahan ayah gua masih bingung milih di UI atau UGM. Sebab beasiswanya itu ada 2 pilihan. Dan pada akhirnya ayah gua memilih di UGM. Sekalian rehat dari kerjaan katanya, cari suasana yang tenang.

Nah setelah masalah kebingungan ayah gua selesai, sekarang masalah ada di gua. Dimana gua lanjut sekolah?

Orang tua gua pun mengatakan bahwa gua akan melanjutkan sekolah di Bandung dan tinggal bersama nenek. Sampai akhirnya setelah kami pindah, sementara tinggal di Bandung karena kami tidak punya tempat tinggal pribadi.

Setelah pikir-pikir panjang akhirnya ortu memutuskan gua ikut ke Yogyakarta. Dan gua pun manut (ngikut) aja, apalagi pilihan sama ortu pasti lebih nyaman dibanding nenek.

Ya, petualangan baru lagi. Gua harus mulai semuanya dari awal lagi. Pertama kali ke Yogyakarta kami mengontrak rumah terlebih dahulu sembari mencari lokasi rumah yang nyaman. Saat itu dapat di daerah Jalan Raya Tajem. Kalo sering ke stadion Maguwoharjo pasti tau.

Oiya ada yang lupa gua ceritakan, yaitu ibu gua sedang hamil saat kami pindah dari Jayapura ke Yogyakarta. Dan saat beli tiket pesawat pun ayah gua melobi supaya ibu gua bisa ikut. Sebab ibu hamil tidak disarankan untuk perjalanan pesawat. Alhamdulillah gaada masalah apapun yang ibu gua alami. Dan adek ke-2 gua lahir bulan September 2009.

Lanjut lagi, saat di Jogja itu gua belum mendapatkan sekolah. Gua daftar di SMP negeri sekitar dan gaada yang mau nerima. Hmm. Alasan mereka adalah rapor gua belum ada, yaiyalah wkwk.

Untungnya si pemilik kontrakan ini mantan kepala sekolah di SMP Muhammadiyah. Dan oleh dia disarankan ke ayah gua agar dimasukkan ke SMP Muhammadiyah 3 Depok (depok, sleman ya ini).

Akhirnya setelah cukup lama menanti, gua dapat SMP. Sekolahnya cukup jauh, sekitar 8 km dari rumah. Tiap pagi gua diantar sampai tempat ngetem bus, di lotte ringroad utara. Lalu naik bus a3 atau d6 sampai ke jalan gejayan.

Disekolah ini, gua Alhamdulillah peringkat 1 atau 2 tiap semesternya. Ya walaupun pertama kalinya masuk sekolah Islam, untungnya gua bisa bertahan. Memulai sekolah dari awal tahun adalah sebuah kebahagiaan menurut gua. Karena kali ini, gua bener-bener punya teman yang masih ingat sama gua.

Jadi murid pindahan ga gampang, awal masuk logat gua masih ke-Papuaan ternyata wkwk. Sering lah diejek sumber air sudekat (kebetulan hype-nya lagi tinggi tuh). Dan kelas gua isinya anak-anak rada bandel gitu lah. Biasa mereka ajarin gua nyebut bahasa kasar tapi gua ogah lah wkwk. Udah berapa kali pindah selalu gitu pasti diajarinnya bahasa ga bener mulu jadi gua udah nebak walau gatau artinya.

Tapi mereka baik sama gua, untungnya gua pendiem dan ga banyak gaya. Jadi mereka juga ga ngebully gua. Terus gua kebetulan kadang ngebantu yang bandel-bandel ujian. Jadi mereka tetep bisa lulus, biasanya kalo minta jawaban pasti ada yang gua salahin jawabannya. Maaf ya kalo ada temen SMP yang baca tulisan gua ini wkwk.

Lalu sejak kelas 7 semester 2 gua jadi anak warnet atau gamenet lebih tepatnya. Pertama kali dikenalin sama PB. Lumayan kacau lah dulu gua gara-gara main game ini. Tapi akademik tetap aman hehe.

Mungkin kalo boleh gua rangkum kelas 7 ini adalah kelas bandel, gua minoritas jelas wkwk. Kelas 8 lebih ke kelas main, sering diajakin temen buat main kemana-mana. Dan kelas 9 kebetulan kelasnya digabung yang akademik grade A sampai grade lainnya. Sehingga kelas 9 ini paling alim tapi gua juga tengah-tengah lah wkwk. Dan mulai cukup vokal di kelas.

Banyak lah cerita gua disini, secara tiga tahun ga kepotong-potong kan. Semua genre ada pengalaman gua disini. Cuma jangan gua ceritain dah, banyak yang privasi juga waktu SMP hehe. Gabakal gua lupain lah SMP yang satu ini.

Oiya gua lupa, sekitar 1 tahun ngontrak akhirnya ortu beli rumah di daerah Tridadi. Pindah lagi tuh. Deket stadion Tridadi. Jadi sejak kelas 8 semester 2 gua juga diantar sampai terminal Jombor, baru naik bus sampai ke SMP di jalan Gejayan. Kalo gua gasalah jaraknya lebih jauh lagi daripada dari tempat lama.

Sempet gua ikut test buat pindah ke SMP 1 Sleman, salah satu SMP terbaik se-DIY. Tapi ga lolos, susah coy tesnya mana pake bahasa Inggris soalnya wkwk. Tapi adek pertama gua SMP disini cuy waktu gua SMA, pinter emang sih dia.

Mari kita skip langsung ke nilai UN, oiya saat tryout nilai gua mulai dari nem 29 di awal sampai akhir tryout nem 35. Wajarlah, makin lama pasti makin berkembang pemikiran orang. Dan saat kelulusan Alhamdulillah gua jadi lulusan terbaik. Walaupun NEM gua sama kaya temen gua sekelas yaitu 37,10.

NEM yang sebenernya dibawah ekspektasi gua, tapi ya terima ajalah hasilnya. Dan menurut gua sih masih ga jelek-jelek amat. Setelah lulus, gua pun melanjutkan lagi ke SMA di Jogja.

Menurut kalian nilai gua cukup kah untuk masuk sekolah favorit???

Yaudah untuk pengalaman SMA gua cukupkan sampai disini, sebenernya banyak banget yang bisa gua ceritain tapi kurang bermanfaat kalo gua post disini. Mungkin segitu dulu ya, semoga bermanfaat!